Hadirmu tanpa sengaja, membuat hidupku berwarna.
Kau datang membawa cinta yang membara
Terlihat sempurna dalam pandangan mata.
Membuatku lupa tentang segalanya.
Cerita indah yang telah terlukis.
Namun berujung tragis.
Janji-janji terucap manis
Pada akhirnya menjadikan tangis.
Dulu kita genggam janji dibawah bintang.
Kini hanya luka yang menetap tiada hilang.
Bait-bait kata yang dulu sempurna.
Perlahan hilang entah kemana.
Rasa cinta yang terlalu mendalam.
Itulah yang membuatku tenggelam.
Jika cinta adalah terang, yang pernah ku genggam.
Maka luka adalah bayangan, yang tak bisa ku padam.
Cinta datang dari hati yang suci.
Tulus, setia, kasih dan sayang tiada henti.
Namun ketika aku telah terlena.
Menjadikan tanda tanya, ini cinta atau luka?
Mengapa harus ada luka yang hadir?
Bagai taman indah tersambar petir.
Meninggalkan perih yang tak kunjung terukir.
Apakah ini akhir dari segala takdir?
