Dari Putus Kuliah ke Penerima Beasiswa: Perjalanan Tak Terduga oleh Rahma Dea Ananda

Aku hanyalah seorang gadis biasa dari sebuah desa kecil di Sumatra. Tahun 2022, dengan segala harapan dan doa, aku mencoba peruntungan di SNBP dan SNBT, berharap bisa menginjakkan kaki di kampus negeri impian. Tapi takdir berkata lain aku gagal. Saat teman-temanku sibuk menyiapkan masa depan mereka, aku berlarut dalam kesedihan. Di tengah sunyinya hari-hariku, aku berkenalan dengan seorang laki-laki lewat dunia maya. Ia berasal dari Jawa Timur, sebuah kota yang tak pernah kubayangkan akan menjadi saksi jatuh bangunnya hidupku. Laki-laki itu menjanjikan masa depan indah bersamaku. Dan aku percaya.Karena rasa yang membutakanku, aku meminta dan memaksa orang tuaku untuk membiayai kuliahku di Surabaya, di sebuah kampus swasta dengan UKT yang tinggi. Meski berat, karena kasih sayang yang besar, mereka akhirnya mengizinkan bahkan dengan harus berhutang. Namun lagi-lagi, kenyataan pahit menimpaku. Baru satu minggu di Surabaya, laki-laki itu menghilang. Ia memilih kembali bersama kekasih lamanya, meninggalkanku yang telah meninggalkan segalanya demi bersamanya. Aku patah, bukan hanya karena cinta, tetapi karena merasa telah menghancurkan pengorbanan orang tuaku.

Walau hancur, aku bertahan. Aku memilih tetap kuliah, menahan beban biaya yang makin berat. Setiap kali membayar semesteran, aku bisa mendengar dari suara orang tuaku di telepon — suara yang penuh kekhawatiran, ketakutan, dan kepedihan. Beasiswa KIPK yang kuharapkan pun gagal kudapatkan. Aku menangis dalam diam, merasa tak berguna. Sampai suatu hari, tubuhku pun menyerah. Aku menemukan tiga benjolan besar di payudara. Ketakutan melingkupiku. Setelah berkonsultasi ke dokter, aku harus menjalani operasi besar. Aku pulang ke Sumatra, membawa tubuh yang sakit dan hati yang jauh lebih luka.Tahun 2023, di tengah pemulihan tubuh dan jiwa, aku mencoba kembali membangun harapan. Aku mengikuti UTBK dan UM-PTKIN, walaupun tubuhku belum pulih sepenuhnya. Setiap malam aku berdoa, memohon kepada Allah untuk diberikan sedikit jalan. Namun, kenyataan lagi-lagi berkata tidak. Aku gagal. Pernah, di satu malam sunyi, aku terduduk di sajadah, berlinang air mata, merasa bahwa Tuhan telah meninggalkanku. Tapi dalam kegelapan itu, aku teringat akan firman-Nya:”Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6) Ayat itu seperti secercah cahaya kecil di hati yang hampir padam. Aku bangkit lagi, meski dengan sisa-sisa tenaga yang ada.

Tahun 2024, aku memberanikan diri untuk ikut UTBK satu kali lagi — percobaan terakhirku. Kali ini aku memilih UIN Sunan Ampel Surabaya, dengan satu harapan sederhana: ingin kuliah tanpa membebani orang tuaku. Dan akhirnya, Allah menjawab doaku. Aku dinyatakan lulus UTBK, bahkan diterima sebagai penerima Beasiswa KIPK. Untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku merasa bebas dari beban biaya. Aku bisa menatap masa depan dengan lebih tenang, tanpa harus melihat orang tuaku menahan air mata di balik tawa mereka.Kini aku percaya, bahwa Tuhan memang tidak pernah membiarkan hambanya terluka tanpa maksud. Bahwa setiap air mata yang jatuh, setiap luka yang menganga, akan diganti dengan kebahagiaan yang tak disangka-sangka. Aku adalah gadis desa kecil, yang pernah jatuh dan patah berkali-kali. Namun berkat rahmat Allah, aku berdiri kembali. Aku belajar bahwa ujian bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk menguatkan.Karena benar adanya janji Allah: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)

Kini, dari lubuk hatiku yang paling dalam, aku ingin berbisik kepada siapa pun yang hampir menyerah: Bertahanlah sedikit lagi. Mungkin sekarang dunia terlihat gelap, jalan terasa buntu, dan pundakmu berat menahan semuanya. Tapi ingatlah, setelah malam tergelap, selalu ada fajar yang menanti. Allah tak pernah membiarkan hambanya berjuang sendirian. Percayalah, setiap luka yang kamu alami hari ini, adalah jalan menuju kekuatan yang tak pernah kamu bayangkan.Setiap air mata yang jatuh hari ini, akan tumbuh menjadi senyuman yang lebih indah esok hari.

“Kamu lebih kuat dari apa yang dunia kira. Jangan pernah menyerah. Allah sedang menyiapkan sesuatu yang jauh lebih besar untukmu”. Rahma Dea Ananda

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *