Berani Melawan Keterbatasan Gapai Kesuksesan oleh Sal Sabilla Ulayya Zahro

Perjuangan hidup yang penuh tantangan dan keterbatasan bisa menjadi motivasi untuk meraih kesuksesan. Nasib orang juga tidak ada yang tahu bukan? Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat kukuh saya untuk selalu melanjutkan pendidikan setinggi-tingginya. Karena Ibu saya selalu mengatakan: “sekolahlah setinggi mungkin nak, jika dilihat memang orang tuamu tidak mempunyai biaya yang cukup, tapi semua hal ini kita serahkan saja pada Sang pemberi Rizqi, pasti semua ada jalannya”. Dengan latar belakang keluarga dalam keterbatasan ekonomi, meski serba pas-pasan, saya tidak pernah kehilangan semangat. Orang tua selalu berkata: “keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi, tapi justru alasan untuk berjuang lebih keras demi sebuah impian dan kesuksesan”. Halo perkenalkan nama saya Sal Sabilla Ulayya Zahro, lahir dan tumbuh dari keluarga sederhana di Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo. Ayah saya Sungkono dan ibu saya kusnul Imroh yang hanya menempuh pendidikan hingga tingkat menengah atas. Meski begitu, mereka sangat mendukung pendidikan anak-anak nya. Sebagai anak pertama dari dua bersaudara, saya adalah salah satu lulusan dari pondok pesantren dan berhasil melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Meski hidup di pedesaan, saya tetap gigih dalam belajar.

Perjalanan ini dimulai ketika saat saya masuk ke pesantren pada usia 12 tahun. Sebuah pondok yang bertaraf Internasional, pada masa itu saya lolos berkat prestasi yang saya miliki sejak SD. Setelah lulus dari SMP saya tetap melanjutkan SMA di pondok tersebut. Enam tahun berlalu bukanlah waktu yang singkat untuk menjalani kehidupan sebagai santri. Dari situlah saya mulai berpikir dan mengerti bahwa biaya yang dikeluarkan untuk masuk pesantren bukanlah kecil melainkan besar sekali. Melihat pekerjaan orang tua saya, saya terkadang berpikir “bagaimana mereka mendapatkan uang sebanyak itu untuk membiayai saya di pesantren?”. Alhamdulillahnya pondok saya menyediakan yayasan untuk membantu orang-orang yang kurang mampu. Tetapi, mempunyai tekad untuk bersekolah disini.

Saat itulah, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk terus berlabuh tinggi dalam pendidikan dan prestasi lainnya. Saya yakin bahwa seorang anak yang memiliki keterbasan ekonomi akan mencapai kesuksesannya jika terus berdoa dan berusaha. Setelah menamatkan pendidikan SMA di pondok pesantren, saya berhasil melanjutkan ke jenjang S1 Pendidikan Bahasa Arab di Universitas Islan Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Saya sangat bersyukur atas kesempatan ini. Karena Allah masih memberikan kesempatan untuk belajar.

Sungguh menggunggah pikiran saya untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin. Tapi, ada rasa ragu pada diri saya lagi dan lagi: “apakah bisa orang tuaku membiayai perkuliahan dan kehidupan disana yang serba mahal?”. Untungnya kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya membuat saya bersyukur sekali, karena kampus ini menyediakan banyak beasiswa, termasuk beasiswa dari pemerintah yaitu beasiswa KIP-K, beasiswa untuk orang-orang yang mempunyai keterbatasan ekonomi dan mempunyai tekad untuk terus berkiprah di bidang pendidikan. Pada saat itu, saya sempat merenung karena hampir memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah karena mendapatkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang lumayan tinggi, sedangkan gaji orang tua saya lebih kecil ketimbang UKT tersebut, bagaimana caranya mereka membayar biaya tersebut untuk kedepannya. Tetapi, Allah memberikan jawaban melalui beasiswa KIP-K ini. Dan Alhamdulillah saya berhasil lolos seleksi penerimaan beasiswa tersebut. Beribu rasa Syukur Alhamdulillah tak lupa ku ucapkan. Semoga dengan beasiswa ini saya dapat melanjutkan mimpi-mimpi saya dan keluarga yaitu jadilah sarjana pertama di keluarga, karena orang tua saya hanyalah tamatan SMA dan dengan saya melanjutkan kuliah hingga selesai semoga saya dapat mengangkat derajat kedua orang tua saya. Kisah ini saya tulis agar kita semua tahu bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Dengan kerja keras, ketekunan, kesabaran dan dukungan keluarga, mimpi besar pun bisa dijrmput dan diwujudkan. Jangan pernah menyerah, karena setiap perjuangan pasti ada hasilnya. Keterbatasan hanyalah batu loncatan menuju kesuksesan yang gemilang. Dan percayalah bahwa Inna Ma’al ‘Usri Yusraa itu ada.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *